Journal of Instructional and Development Researches https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR <p style="text-align: justify;">Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. JIDeR is published 3 (Three) times a year, namely April, August, and December. Articles can be written in Indonesian or English. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 20%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR. Authors must upload Intellectual Rights/Copyright Statements when submitting manuscripts. Papers must be submitted through the Open Journal System (OJS) in .doc or .docx format.</p> en-US jider@iel-education.org (Dr. Mohammad Salehudin) safaruddin@unm.ac.id (Dr. Safaruddin) Mon, 31 Aug 2026 20:27:09 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Menganalisis Kemampuan Mahasiswa dalam Pengembangan Instrumen Tes dengan Taksonomi Bloom Revisi https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/811 <p>Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan instrumen tes berdasarkan Taksonomi Bloom revisi. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif dengan analisis data menggunakan statistik deskriptif. Sampel penelitian adalah mahasiswa pascasarjana Universitas Indraprasta PGRI Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia semester gasal tahun akademik 2024/2025 sebanyak 29 mahasiswa pada mata kuliah Tes dan Pengukuran. Hasil penelitian: 1) kemampuan mahasiswa dalam pengembangan instrumen tes berdasarkan Taksonomi Bloom revisi dengan kategori sangat baik sebesar 83%, 2) rerata kemampuan mahasiswa dalam pengembangan instrumen tes sebesar 85,28 dengan kategori sangat baik, dan 3) terdapat 13 mahasiswa atau 45% yang belum memahami penulisan butir soal berbasis HOTS, yaitu: C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (menciptakan). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menulis butir soal berbasis HOTS belum optimal. Solusi yang dapat dilakukan bagi mahasiswa atau guru dalam pengembangan butir soal berbasis HOTS adalah membiasakan menulis butir soal berbasis (HOTS) dalam kegiatan ulangan harian, ujian tengah semester, dan ujian akhir semester, sehingga pengalaman dan kemampuan guru dalam menulis butir soal dapat meningkat.</p> Munali Munali, Siti Alifah, Syifa Afidah Nurul Arifin Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/811 Mon, 31 Aug 2026 20:09:25 +0700 Tantangan Guru dalam Implementasi Pendekatan STEAM untuk Pembelajaran Anak Usia Dini https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/849 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam implementasi pendekatan STEAM pada pembelajaran anak usia dini di Kota dan Kabupaten Madiun. Pendekatan STEAM mengintegrasikan science, technology, engineering, arts, dan mathematics dalam pembelajaran untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi anak sejak usia dini. Meskipun pendekatan ini memiliki potensi dalam menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan di lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner yang disebarkan kepada guru PAUD. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan diinterpretasikan secara kualitatif untuk mengeksplorasi tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis STEAM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi STEAM berkaitan dengan pemahaman guru terhadap konsep dan penerapan STEAM, kebutuhan pelatihan dan pengembangan profesional, respon anak selama pembelajaran, serta ketersediaan sumber daya pendukung. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kompetensi dan kesiapan guru menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan implementasi pembelajaran STEAM pada pendidikan anak usia dini. Penguatan kompetensi guru melalui pelatihan, pendampingan, dan pengembangan profesional yang berkelanjutan diperlukan untuk mendukung implementasi pembelajaran STEAM secara lebih efektif dan bermakna.</p> Geo Shella, Ihtiari Prastyaningrum, Alisa Alfina Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/849 Mon, 31 Aug 2026 20:09:54 +0700 Dinamika Kode Etik Profesi Guru dalam Menghadapi Transformasi Digital https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/851 <p>Kemajuan teknologi digital telah memberikan pengaruh besar pada pendidikan, terutama dalam hal cara belajar mengajar dan kode etik para pendidik. Memakai platform belajar daring, perangkat digital, dan aplikasi pendidikan menuntut guru agar cakap menggunakan teknologi tanpa mengabaikan etika profesional mereka. Riset ini berupaya mengkaji pemakaian teknologi digital dalam pengajaran, kendala etis dan profesionalisme guru di era digital, serta pengaruh teknologi terhadap hubungan guru dan murid.Studi ini memakai metode kualitatif deskriptif dan mengumpulkan informasi lewat wawancara semi terstruktur serta tinjauan pustaka. Partisipan dalam riset ini berjumlah tiga orang guru dengan pengalaman dan latar belakang yang beragam dalam menggunakan teknologi untuk mengajar. Informasi yang terkumpul diolah melalui penyederhanaan data, penyajian temuan, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber.Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa kemampuan guru beradaptasi dengan teknologi digital berbeda-beda, dipengaruhi oleh literasi digital, jenis pelajaran, dan cara mengajar yang dipakai. Penggunaan teknologi digital terbukti bisa membangun lingkungan belajar yang lebih dinamis, luwes, dan kooperatif, serta meningkatkan interaksi antara guru dan siswa. Namun, guru masih menghadapi bermacam kendala, seperti keterbatasan fasilitas, rendahnya kecakapan digital siswa, kurangnya waktu untuk mengasah kemampuan digital, dan munculnya persoalan etika dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, kesuksesan perubahan digital dalam pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi itu sendiri, tetapi juga pada kesiapan guru, bantuan dari lembaga pendidikan, serta penerapan profesionalisme dan etika saat memanfaatkan teknologi digital. Kebaruan (novelty) penelitian ini terletak pada pengembangan Kerangka Etika Digital Guru (Teacher Digital Ethics Framework) yang komprehensif dan terstruktur, yang tidak hanya mengkaji dinamika etika secara teoritis tetapi juga menawarkan instrumen panduan praktis berbasis indikator kontekstual untuk membantu guru menavigasi dilema etis, mengelola batas profesionalitas media sosial, serta menjaga integritas data peserta didik di tengah transformasi digital pendidikan Indonesia.</p> Risalatul Khikmah, Fadhillah Aulianisa, Muhamad Naufal Ubaidillah, Muhammad Iqbal Nashrulloh Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/851 Mon, 31 Aug 2026 20:10:20 +0700 Mencetak Santri Eco-Preneur: Transformasi Kurikulum Pesantren Berbasis Green Economy dan Social Entrepreneurship https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/855 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum <em>eco-pesantren</em> dalam mentransformasikan nilai-nilai <em>green economy</em> untuk menumbuhkan jiwa <em>social entrepreneurship</em> santri. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, riset ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terhadap aktivitas ekonomi berbasis lingkungan, serta dokumentasi kurikulum pesantren. Analisis data dilakukan secara interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan temuan, validasi data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan teknik, serta <em>member checking</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi teologi lingkungan dalam kurikulum kontekstual mampu mendorong santri untuk menciptakan inovasi bisnis sosial yang adaptif terhadap pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model teoritis baru mengenai rekonstruksi kurikulum pesantren yang mensinergikan pendidikan Islam, teknologi ramah lingkungan, dan kemandirian ekonomi. Secara praktis, artikel ini memberikan panduan strategis bagi pembuat kebijakan dan pengelola lembaga pendidikan Islam dalam mengimplementasikan ekosistem pendidikan berbasis pembangunan berkelanjutan demi mencetak generasi <em>eco-preneur</em> yang berintegritas.</p> Adi Nur Ali, Finka Oktaviana Putri, Ainur Rofiq Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/855 Mon, 31 Aug 2026 20:10:50 +0700 Implementasi Kurikulum Terintegrasi dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Sekolah Islam Terpadu https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/863 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum terintegrasi dalam membentuk karakter peserta didik di SDIT Al Madani Tapin melalui integrasi Kurikulum Nasional dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru kelas. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum terintegrasi diimplementasikan melalui penyelarasan perangkat pembelajaran, integrasi nilai-nilai Islam ke dalam seluruh mata pelajaran, program pembiasaan karakter, serta keteladanan guru dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Integrasi tersebut dilaksanakan secara harmonis dengan memadukan pembelajaran akademik dan pengembangan spiritual serta moral. Nilai-nilai karakter seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial ditanamkan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ibadah, dan program pembiasaan rutin. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurikulum terintegrasi memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter peserta didik, khususnya dalam meningkatkan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, dan kesadaran beribadah. Meskipun demikian, implementasi kurikulum terintegrasi masih menghadapi beberapa kendala, meliputi kesiapan guru yang belum merata, beban administrasi, keterbatasan referensi dan bahan ajar terintegrasi, keterbatasan waktu dan biaya, serta belum optimalnya kesamaan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam pembentukan karakter. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui integrasi nilai Islam dalam pembelajaran, tetapi juga melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.</p> Siti Nafisah, Sulaiman Jazuli Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/863 Mon, 31 Aug 2026 20:11:16 +0700 Peran Penggunaan Google Classroom terhadap Pengembangan Metakognisi Peserta Didik: Sebuah Tinjauan Literatur https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/869 <p>Google Classroom dan LMS sejenis sekarang dipakai di mana-mana. Namun, sebenarnya belum banyak bukti kuat yang menunjukkan bahwa platform ini benar-benar bisa mengembangkan metakognisi peserta didik. Bahkan, klaim-klaim yang ada seringkali terlalu berlebihan. Kajian ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti empiris tentang pengaruh Google Classroom terhadap metakognisi, mengidentifikasi fitur-fitur yang berpotensi, menganalisis kelemahan metodologis penelitian terkait, dan memberikan saran pedagogis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis dengan pencarian di Google Scholar, ScienceDirect, dan ERIC untuk periode 2016-2026. Dari 14.200 artikel awal, 20 artikel memenuhi syarat dan dianalisis secara tematik. Hasil Kajian menunjukkan bahwa Google Classroom berpotensi mendukung metakognisi melalui fitur-fitur seperti daftar tugas, rubrik penilaian, bank komentar, dan integrasi Kalender. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada instruksi yang jelas dan bimbingan reflektif dari pengajar. Kajian ini juga menemukan bahwa banyak penelitian yang memiliki kelemahan metodologis, seperti desain pretest-posttest satu kelompok, instrumen laporan diri yang tidak standar, dan ketidakmampuan untuk memisahkan efek Google Classroom dari strategi pembelajaran lainnya. Kajian ini menyimpulkan bahwa Google Classroom dapat memfasilitasi strategi pedagogis metakognisi, tetapi tidak menentukan keberhasilan peserta didik.</p> <p>&nbsp;</p> Nia Ratnawati, Izzul Fatawi Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/869 Mon, 31 Aug 2026 20:11:43 +0700 Pemulihan Identitas dan Motivasi Pembelajar Dewasa EFL dalam Narasi Belajar Bahasa Inggris https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/877 <p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pembelajar dewasa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) membangun motivasi dan identitas melalui narasi personal pembelajaran bahasa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan hubungan antara pembelajaran bahasa Inggris, rekonstruksi identitas, dan pemulihan emosional pembelajar dewasa di luar lingkungan akademik formal melalui pendekatan <em>narrative inquiry</em>. Metode penelitian menggunakan analisis naratif tematik dengan melibatkan tiga pembelajar dewasa dalam wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: menemukan kembali diri melalui bahasa Inggris, pergulatan dengan rasa malu dan takut, serta bahasa Inggris sebagai alat pemberdayaan diri. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris bagi orang dewasa tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga menjadi proses transformatif untuk memulihkan trauma pendidikan masa lalu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>narrative inquiry</em> efektif untuk memahami kompleksitas motivasi pembelajar secara humanis. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya pedagogi yang responsif secara emosional dan praktik kelas yang menegaskan identitas pembelajar dewasa.</p> Rahayu Mahsyar, Muh. Safar Nur, Safaruddin Safaruddin Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/877 Mon, 31 Aug 2026 20:12:20 +0700 Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Melalui Kompetensi Digital Guru Pendidikan Agama Katolik https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/884 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi digital Guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan Guru Pendidikan Agama Katolik, Kepala Sekolah, dan peserta didik kelas XI sebagai informan penelitian. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital Guru Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik melalui pemanfaatan berbagai media pembelajaran berbasis digital, seperti video pembelajaran, Canva, Google Classroom, Google Form, dan Quizizz. Penggunaan media digital tersebut mampu meningkatkan perhatian, keterlibatan, antusiasme, serta ketekunan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Kompetensi digital guru juga tercermin dalam kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis digital secara efektif, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet dan fasilitas teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi digital Guru Pendidikan Agama Katolik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik melalui pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan bermakna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan kompetensi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.</p> Selviana Ina Narek, Elisabeth Isadora Tombay, Yoseph Belen Keban Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/884 Mon, 31 Aug 2026 20:12:55 +0700 Penerapan Media PowerPoint Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran PAI https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/896 <p>This classroom action research aimed to improve students’ understanding of Islamic Religious Education (PAI) through the implementation of interactive PowerPoint media. The research was conducted with 17 tenth-grade students at SMK YPK Tenggarong using the Kemmis and McTaggart classroom action research model, consisting of planning, action and observation, and reflection. The study was conducted in two cycles. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation and analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. Interactive PowerPoint incorporated text, images, animations, videos, questions, and exercises to encourage students’ active participation and support their understanding of learning materials. Based on the simulated data, students’ average scores increased from 67.65 in the pre-cycle to 74.71 in Cycle I and 82.94 in Cycle II. Learning completeness also increased from 41.18% to 64.71% and 88.24%, respectively. The findings indicate that interactive PowerPoint has potential to improve students’ understanding, engagement, and participation in PAI learning. However, the results should be confirmed using the actual research data.</p> Nur Fajar Fadillah, Alda Amalia Daniar, Reza Aisyah, Irawansyah Irawansyah, Jamilatul Mu’aqila, Dedi Oktavianur, Maryam Maryam Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/896 Mon, 31 Aug 2026 20:13:26 +0700 Perspektif Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan Podcast Sebagai Media Pembelajaran dalam Mata Kuliah Teknologi Pendidikan https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/906 <p>Penggunaan media pembelajaran yang lebih fleksibel dan inovatif diberbagai lembaga pendidikan pada era kontemporer merupakan suatu langkah maju dalam dunia pendidikan. <em>Podcast</em> merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi. <em>Podcast</em> tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu siswa bekerja sama, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Studi ini bertujuan untuk memahami perspektif mahasiswa kelas Teknologi Pendidikan tentang penggunaan podcast sebagai media pembelajaran dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di STP Reinha Larantuka pada Mei hingga Juni 2026 dengan subyek penelitian mahasiswa semester IV yang menempuh mata kuliah Teknologi Pendidikan. Data dikumpulkan melalui angket terbuka berbasis <em>Google Form</em> yang diisi oleh 30 mahasiswa, wawancara mendalam terhadap 5 mahasiswa yang dipilih secara purposive, observasi selama praktik pembuatan <em>podcas</em>t, dokumentasi, serta lembar penilaian praktik sebagai data pendukung dan kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian mengkaji <em>podcast</em> bukan hanya sebagai media konsumsi materi, tetapi sebagai pengalaman produksi media oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa memandang <em>podcast</em> sebagai media pembelajaran yang menarik, dan dapat membantu memahami materi dengan cepat. <em>Podcast</em> juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui kegiatan menyusun naskah, merekam audio, mengedit, dan bekerja sama dalam kelompok. Di samping itu, mahasiswa merasakan manfaat berupa meningkatnya kreativitas, keterampilan komunikasi, dan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, <em>podcast </em>berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dan inovatif apabila didukung oleh perencanaan, pendampingan, dan fasilitas yang memadai.</p> Yosep Belen Keban, Fransiska Verawati Rade Kumanireng Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/906 Mon, 31 Aug 2026 20:13:51 +0700 Pemaknaan Nilai-Nilai Islam oleh Anak di Lingkungan Sosial Rentan (Studi di Komplek Karaoke Sarirejo Salatiga) https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/911 <p>Anak yang tumbuh di lingkungan sosial rentan sering kali menghadapi benturan antara norma agama dan realitas empiris di sekitarnya, sehingga memerlukan pemaknaan keagamaan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi pemaknaan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anak-anak di Komplek Karaoke Sarirejo, Kota Salatiga. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan anak usia transisi, orang tua, serta tokoh masyarakat. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa anak-anak mengonstruksi makna PAI melalui tiga dimensi fundamental akidah, ibadah, dan akhlak yang diekspresikan secara vertikal (ḥablum minallāh) maupun horizontal (ḥablum minannās). Institusi sekolah bertindak sebagai faktor paling dominan melalui transfer pengetahuan, pembiasaan ibadah, dan keteladanan, yang didukung oleh keluarga, TPQ, serta kesadaran mandiri anak dalam membangun mekanisme pertahanan diri terhadap pengaruh lingkungan negatif. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial rentan tidak selalu berdampak destruktif apabila anak memiliki fondasi pendidikan agama yang kokoh, sehingga menuntut adanya kolaborasi sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pembinaan spiritual anak.</p> Siti Solichah, Warsiyah Warsiyah, Agus Irfan Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/911 Sat, 05 Sep 2026 11:06:11 +0700 Implementasi Penggunaan Kahoot dalam Menciptakan Suasana Belajar Menyenangkan https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/846 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam mengenai implementasi media pembelajaran berbasis platform gamifikasi Kahoot! dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (<em>joyful learning</em>) di kelas, khususnya di MAN 2 Kutai Kartanegara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap aktivitas instruksional di kelas, studi literatur, serta dokumentasi komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Kahoot! sebagai instrumen evaluasi formatif berhasil mentransformasi atmosfer pembelajaran konvensional yang kaku dan didominasi metode ceramah menjadi sebuah ekosistem digital yang dinamis, interaktif, serta berpusat pada siswa. Stimulasi komponen audio-visual berupa ritme musik latar yang intensif serta visualisasi papan skor aktual (<em>real-time leaderboard</em>) terbukti secara signifikan mampu meningkatkan motivasi intrinsik dan fokus kognitif peserta didik, sekaligus mereduksi kecemasan belajar (<em>learning anxiety</em>) di tengah padatnya muatan kurikulum. Kendati demikian, efisiensi dan keberlanjutan dari iklim belajar rekreatif ini sangat bergantung pada kapabilitas dalam memitigasi dualitas hambatan di lapangan. Hambatan teknis berpusat pada fluktuasi stabilitas jaringan internet sekolah serta variabilitas spesifikasi gawai siswa. Sementara itu, hambatan non-teknis mencakup potensi bias fungsional gawai untuk aktivitas non-akademis, tekanan sosial akibat kompetisi agresif, serta keterbatasan kapasitas literasi pedagogis digital guru dalam mengelola ulasan pasca-permainan. Signifikansi hasil penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi kelas menuntut harmonisasi mutlak antara kesiapan infrastruktur teknologi sekolah, penegakan regulasi kontrak belajar, serta ketajaman strategi pengajaran guru dalam memberikan ulasan (<em>debriefing</em>) materi agar esensi bermain sambil belajar tetap berada pada koridor akademik yang humanis serta bermutu tinggi.</p> Isna Radiyah, Nabila Huwaidah, Maulida Safitri, M Afrizal Ar-Rasyid, Sri Nganah Copyright (c) 2026 Journal of Instructional and Development Researches https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://journal.iel-education.org/index.php/JIDeR/article/view/846 Sat, 05 Sep 2026 11:06:48 +0700